Tuesday, May 2, 2017

Kedai Kopi Seputaran Arena Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XV 2017

Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan  merupakan kegiatan Petani dan Nelayan yang kembali digelar pada 6-11 Mei 2017 di kota Banda Aceh. Kegiatan ini akan berpusat di seputaran Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya dan sekitarnya. Kegiatan yang akan memamerkan hasil pertanian dan perikanan ini digadang gadang akan dihadiri sebanyak 35.000 pengunjung. Bukan jumlah yang sedikit untuk ukuran event di Banda Aceh. Peserta tentunya tidak hanya berasal dari Propinsi Aceh saja, beberapa peserta dari Propinsi lain juga diinformasikan akan turut hadir meramaikan.

Sudah barang tentu jika pengunjung datang ke Bumi Serambi Mekkah akan mencari makanan maupun minuman khas yang ada. Selain berkunjung ke daerah wisata lainnya. Meski di Banda Aceh sudah mulai muncul food truck dan penjaja kopi portable yang bisa berkeliling, tidak ada salahnya jika saya share sedikit kedai kopi di sekitaran arena Penas KTNA Tahun 2017. Berikut ini adalah beberapa kedai kopi yang masih dalam jangkauan Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya.

Wednesday, April 26, 2017

Putra Jaya Sisi Lain Malaysia

Setelah beberapa kali mengunjungi Malaysia. Ada terbersit niat, mengunjungi daerah yang tidak jauh dari Kualalumpur atau tidak jauh dari Kualalumpur International Airport. Jadi kalau letih, bisa langsung bergerak ke KLIA. Melihat beberapa titik di google map, terlihat Putra Jaya, Shah Alam, Klang. Sepertinya Putra Jaya lebih recomended berdasarkan beberapa tulisan bloger yang mendadak saya baca malam itu. Selain mudah dijangkau, Putra Jaya menawarkan bangunan bangunan berarsitektur kelas dunia. Itu kerana nya sayang untuk dilewatkan.

Sunday, January 29, 2017

Eksistensi Mie Aceh Melalui Citarasa Mie Kepiting 46

Mie Aceh atau kerap disebutkan mie saja bagi kebanyakan masyarakat Aceh merupakan makanan yang tak asing di telinga. Ada kalanya menjadi pelipur lapar atau sekedar jadi santapan goyang lidah semata. Soal rasa, siapa yang tak mengenal makanan ini. Hampir di seluruh penjuru Aceh terdapat kedai mie. Pun demikian dengan beberapa kota besar di seantero jagat nusantara. Jika tidak murni sebagai kedai mie, biasanya pedagang mie bersanding baik dengan kedai-kedai kopi.
Tidak jarang juga branding mie menjadi sumber penarik minat pengunjung kedai kopi. Sebut saja Elcomandante Coffee di Batoh dan Mie Yahli di dekat Simpang Surabaya. Atau kedai mie tunggal seperti Mie Ayah di Mibo atau Mie 46 di Gampong Baron, Blang Oi. Beberapa lokasi tadi kesemuanya berada di Banda Aceh.


Sunday, January 22, 2017

Mengakali KLIA Transit

Kebanyakan dari kita ingin bepergian dari Kuala Lumpur International Airport atau Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2) ke Kuala Lumpur Sentral (KL Sentral) dengan murah dan cepat. KL Sentral merupakan pusat stasiun kereta api di Kualalumpur, Malaysia. Sebagai stasiun kereta api terbesar di Asia Tenggara, KL Sentral dapat menghubungkan kereta antar propinsi maupun antar bangsa (Lintas Negara). KL Sentral juga menjadi penghubung beberapa moda transportasi dari pusat kota ke beberapa lokasi tujuan wisata di Kualalumpur.
 
Bagaimana menuju KL Sentral dari KLIA maupun KLIA2 dengan murah? Kita bisa menggunakan Bus yang berada di lantai 1 atau di ground floor. Untuk dewasa akan dikenai tarif RM10. Biasanya bus berangkat setiap 30 menit sekali. Tiket dapat dibeli di loket resmi di lantai yang sama. Jadwal keberangkatan bus mulai dari pukul 03.00 - 00.30. Perjalanan relatif lama karena ditempuh kurang lebih selama 90 menit waktu normal.

Sunday, March 6, 2016

Sarungkan Budaya, Budayakan Bersarung




Sarung merupakan kelengkapan berpakaian bagi sebagian masyarakat Indonesia. Meski penggunaannya lebih dikedepankan kepada acara adat maupun keagamaan. Berdasarkan beberapa referensi yang pernah saya baca sebelumnya, tidaklah besar korelasi antara sarung dan agama. Karena masyarakat Arab sendiri tidaklah mewajibkan orang yang beribadah menggunakan sarung. Sarung sendiri merupakan produk awal yang berasal dari Yaman. Penggunaan di Yaman sendiri untuk kelengkapan hidup sehari hari. Bagi masyarakat Indonesia sendiri, sarung lebih sering digunakan dalam kegiatan adat budaya. Sarung di Indonesia sendiri mempunyai beragam dan jenisnya. Sarung dari Bali tentunya akan berbeda dengan sarung dari Lampung. Masyarakat Lampung kerap menggunakan sarung bermotif tapis dengan model rajutan menyerupai gajah, kapal, siger. Motif-motif tersebut mempunyai makna yang berbeda satu sama lain.  Ketika saya pulang ke tanah kelahiran nenek moyang di Samosir sana, penggunaan sarung juga digunakan dalam agenda adat. Ada ketentuan yang membedakan penggunaan sarung di Tanah Batak ini berdasarkan gender. Sarung laki-laki tentunya akan berbeda motif dengan sarung yang akan digunakan oleh perempuan. Bagaimana dengan wilayah Indonesia lainnya? Saya perhatikan penggunaannya tidaklah jauh berbeda. Keluarga yang akan melaksanakan kegiatan adat akan melengkapi pakaiannya dengan sebuah sarung. Seperti masyarakat Aceh, Bugis, Minangkabau. Tentunya kain sarung telah menjadi kehidupan berbudaya masyarakat Indonesia di nusantara. Hanya saja penggunannya mulai luntur digerus jaman. Kebanyakan masyarakat adat lokal saja yang masih mau menggunakan kain sarung dalam kehidupan sehari-hari. Akan lebih terlihat kental ketika masyarakat muslim akan beribadah shalat. Sebagian petani juga menggunakan sarun sebagai penutup kepala agar tidak terkena panas matahari secara langsung. Bagi sebagian masyarakat Tengger, sarung digunakan sebagai penghangat tubuh.